Friday, November 23, 2012

Lampung Selatan Berduka







Lampung Selatan sedang berduka disusul terjadinya Bentrok antar warga. Bentrokan yang terjadi di Desa Balinuraga, Lampung Selatan, Minggu (28/10) lalu menyebabkan rumah-rumah rusak dan tak layak huni.
Akibat peristiwa tersebut  1.596 warga Desa Balinuraga masih mengungsi. Dan menewaskan 12 warga yang bersitegang.
Kecemburuan sosial menjadi kunci dari salah satu masalah bentrok tersebut, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Sapto Waluyo menuturkan saat mendatangi daerah konflik desa Balinuraga dan Agom di kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, masih melihat perbedaan kondisi ekonomi sehingga menimbulkan kecemburuan sosial yang tinggi.

"Masyarakat asli Lampung merasa kondisi sosial-ekonomi mereka jauh tertinggal dibanding kaum pendatang. Di samping itu, ada kelompok yang mempertahankan adat kebiasaannya dan tidak mau berbaur dengan lingkungan ba
ru.

Menurutnya sampai saat ini masih ada kelompok-kelompok kecil yang sulit untuk berbaur dengan lingkungan dan lebih mementingkan kelompok atau kebersamaan di dalam
 kelompok, hal itu dapat menyebabkan insiden kecil menjadi membesar."Sehingga insiden kecil dapat memicu konflik komunal,

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Syahabuddin, yang meninjau lokasi pengungsi di SPN Kemiling bersama Bupati Lampung Selatan, Ryco Menoza, mengatakan, daerah konflik di Lampung Selatan saat ini memasuki tanggap darurat.

"Saat ini kita memasuki masa tanggap darurat, proses penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap korban dan pengungsi. Bersama Dinsos Provinsi Lampung kami menyiapkan shelter dan logistik," kata Syahabuddin.


Hasil penanganan yang telah dilakukan , Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya mengerahkan puluhan tenaga relawan untuk membantu mengurus dapur umum di tenda-tenda pengungsian. "Kami kerahkan 40 Tagana yang mengurus dapur umum melayani 1.600 pengungsi," ujarnya.
Ditambahkan Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Hartono Laras, nantinya Kementerian Sosial akan menggulirkan program keserasian sosial untuk mencegah konflik di masa depan.

"Dengan memperberdayakan masyarakat miskin agar tidak muncul kecemburuan. Dari situ ketahanan sosial dibangun," jelas Hartono

Sebelum konflik desa Balinuraga dan Agom pada 28-29 Oktober lalu, pada bulan Januari 2012 pernah terjadi bentrok serupa dan dilakukan perdamaian secara adat. Namun, nampaknya penyelesaian perdamaian tersebut hanya menyentuh kalangan muda dan akar rumputnya melainkan kalangan adat. Saat itu
Beberapa tokoh yang yang  sempat diajak bernegoisasi untuk perdamaian  adat Lampung seperti Pangeran Margaratu, Pangeran Legun Tihang, Pangeran Dantaran Naga Bringsang, Pangeran Rajabasa, dan Pangeran Ratu Marga Katibung, bersama dengan komunitas Bali yang diwakilkan Parisada Hindu Dharma sempat dilakuan dialog lintas yang dirintis Gubernur Lampung Sjahroedin ZP belum mencapai kesepakatan bahkan dirinya sempat merencanakan mengundang Gubernur Bali untuk berembug mencari solusi.  
Besar harapan warga sekitar agar perdamaian bisa cepat terjalin, agar warga dapat kembali hidup Damai,aman dan tentram. "Ke depan harapan bisa tentram kembali, berdampingan membangun Lampung Selatan, dan tidak terulang lagi kejadian seperti ini," ujar Subagio.

Penuturan serupa Wayan Busanu (28) saat ditemui di pengungsian Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling. "Kita maunya hidup akur, jangan seperti ada masalah kayak gini," harap Busanu.

Begitu pula dengan Wayan Sutini (40), salah satu pengungsi dari Kampung Bali Nuraga.

"Kami cuma ingin tenang dan damai hidup di kampung sini," ujar Sutini

Bentrokan membuat segalanya hancur. Korban dari kedua belah pihak berjatuhan. Anak-anak tidak bisa bersekolah karena was-was dan sekolah mereka luluh lantah dirusak massa. Belum lagi nasib ribuan warga yang tidak tahu-menahu duduk persolan harus menikmati hidup di pengungsian dengan tidur beralaskan terpal dan tikar.

Opini penulis : warga yang bentrok seharusnya harus  belajar untuk lebih bersolidaritas dan menghargai orang lain, akibat dari bentrok yang terjadi hanya merugikan semua pihak yang bertikai, tidak ada yang mendapatkan untung dari bentrok tersebut ,warga sekitar pun kini merasa  takut dan terancam, tidak ada lagi damai, aman dan tentram disana. Semoga upaya perdamaian yang sedang di negoisasai bisa terjalin dengan cepat dan lancar, masih banyak duka yang harus dipulihkan dari lampung selatan, terutama trauma yang dialami warga Lampung Selatan.
*Para warga yang masih trauma dan tinggal di pengungsian



Sumber : http://news.detik.com
 

Dessy's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design